Hallojogja.com, Sleman – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar workshop Kelas Manajemen Keuangan Usaha Bagi UKM Kreatif bagi para pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif guna meningkatan pengetahuan akses permodalan serta kemampuan pengaturan keuangan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bidang UMKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman.

Menurut Restog K. Kusuma, selaku Direktur Akses Perbankan Bekraf, mengatakan melalui kegiatan tersebut para peserta dapat diproyeksikan menjadi debitur perbankan sehingga terwujud peningkatan kapasitas dari sisi ketrampilan keuangan serta akses permodalan perbankan.

“Dengan pelatihan ini, kami juga berharap para UKM mempunyai ilmu dan terinspirasi mengembangkan usahanya sehingga para pelaku ekonomi kreatif ini dapat meningkatkan penghasilannya,” katanya dalam konferensi pers workshop Kelas Manajemen Keuangan Usaha Bagi UKM Kreatif, Selasa (17/10/2017) di Yogyakarta.

Lebih lanjut disampaikan Direktur Akses Perbankan Bekraf mengatakan kegiatan ini diselenggarakan di yogyakarta sudah dua kali di tahun 2017, yang mendaftar kegiatan ini mencapai 416 orang, tetapi Bekraf hanya memfasilitasi 200 pelaku ekonomi kreatif.

“Jogja luar biasa untuk peminat kegiatan Bekraf ini, peserta kelas manajeman keuangan ini adalah usahanya sudah ada dan sudah berjalan,” ucap Restog sapaan akrabnya

Selain itu, lanjutnya, Bekraf menghadirkan perencana keuangan Aji dari Bandung. Berharap pelaku ekraf di Yogyakarta mendapatkan ilmu, agar para UKM dapat naik kelas, tidak hanya memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) saja namun bisa naik menggunakan kredit lainnya dari perbankan konvensional.

“Bekraf mendapatkan amanah untuk dapat mengampu 16 subsektor yang menjadi binaan kami agar dapat menjadi driver pertumbuhan ekonomi melalui pelaku-pelaku ekonomi kreatif. Subsektor tersebut diantaranya adalah kuliner, kerajinan, fashion, aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film animasi dan video, fotografi, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio,” paparnya.

“Dengan tahu manajemen keuangan usaha yang bankable, mereka (pelaku ekraf) bisa menyakinkan perbankan menyalurkan pembiayaan untuk ekspansi usaha mereka,” pungkas Restog.(san/dik)