Hallojogja.com, Bantul – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menunggu hasil kajian dari tim ahli geologi terkait relokasi atau pemindahan lokasi terhadap warga yang tinggal di bantaran sungai daerah ini.

“Yang jelas kita tetap menunggu hasil dari kajian tim ahli dari Badan Geologi, sehingga hasil kajian nanti rekomendasi seperti apa, itu yang menjadi kebijakan lebih lanjut,” kata Kepala pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Senin (5/3/2018).

Pihaknya mengakui, di wilayah Bantul masih terdapat permukiman atau rumah tinggal di bantaran sungai yang mengalir, seperti di tepi Sungai Oya wilayah Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri ada sekitar 14 kepala keluarga.

Namun demikian, kata dia, BPBD Bantul belum bisa melangkah lebih jauh terhadap warga yang tinggal di daerah aliran sungai itu sebelum ada rekomendasi dari tim ahli, meski diakui abrasi tebing sungai terus terjadi.

“Apakah di situ masih layak untuk pemukiman atau tidak dan rekomendasinya seperti apa, ini yang kita tunggu. Kita tidak bisa mendahului, karena kajian itu nanti jadi dasar kebijakan lebih lanjut untuk alokasikan kegiatan baik itu relokasi maupun tidak relokasi,” katanya.

Dwi mengatakan, meski masih menunggu hasil kajian dari tim ahli Geologi, namun persiapan-persiapan terkiat dengan upaya relokasi warga sudah mulai dilakukan, termasuk dari pihak pemerintah desa juga lahan untuk calon relokasi.

“Desa kita harapkan mulai menyiapkan alokasi tanah manakala rekomendasi itu relokasi, sehingga begitu rekomendasi turun desa siap, masalah nanti dipakai atau tidak yang penting sudah siap tanah yang akan digunakan untuk relokasi,” katanya.

Ia mengatakan, sebab jika tidak dipersiapkan sejak sekarang, maka begitu rekomendasi dari tim ahli menyarankan reloaksi baik BPBD maupun pemerintah desa belum siap apa-apa, sehingga segela sesuatunya harus disiapkan dengan pihak pemerintah desa.

“Sehingga nanti bisa simultan, dan nanti tanah yang disiapkan pun kami minta bantuan tim geologi untuk cek apakah tanah yang dipakai untuk relokasi aman atau tidak, sebab jangan sampai menggunakan tanah untuk relokasi tapi ternyata bermasalah,” katanya.Budi Suyanto. (her)