Hallojogja.com, Kulon Progo – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan Yogyakarta mendorong petani Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan gerakan penanaman refugia dan perangkap hama penggerek batang padi untuk menekan perkembangan hama.

“Gerakan ini merupakan upaya pengendalian hama tanaman padi sedini mungkin dengan mengoptimalkan manfaat sumber daya alam yang ada,” kata peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan (BPTP) Yogyakarta Arlyna Budi Pustika di Kulon Progo, Rabu (26/9/2018).

Ia mengatakan tanaman refugia merupakan tanaman berbunga yang mampu memberikan tempat hidup bagi berbagai jenis serangga yang mempunyai fungsi sebagai musuh atau pemakan hama.

Tanaman refugia yang cukup mudah hidup dan ditanam bersama saat ini adalah tanaman bunga kenikir, tanaman bunga kertas, dan tanaman bunga tembelekan (Tagetes). Dengan tanaman refugia dalam agroekosistem padi, diharapkan mampu meningkatkan keberagaman serangga musuh hama di lingkungan tersebut.

“Populasi dan keberagaman serangga musuh hama meningkat, l harapannya kemampuan ekosistem mengendalikan hama secara alami akan terjadi dengan baik dan seimbang,” harapnya.

Selain penanaman refugia, lanjut Arlyna, petugas dan petani melakukan pemasangan lampu perangkap bersama-sama. Tujuan lampu perangkap adalah sebagai alat untuk membantu melakukan pemantauan jumlah dan jenis hama yang ada di dalam ekosistem serta memantau kemungkinannya terjadi migrasi hama dari hamparan sawah lainnya untuk masuk ke dalam hamparan sawah kita.

“Semakin awal kemungkinan lonjakan jumlah hama akibat migrasi atau eskalasi populasi maka akan semakin cepat untuk bisa dikendalikan dengan baik,” katanya.

Perangkap hama lainnya yang akan dipasang adalah feromom penggerek batang padi. Perangkap ini akan menarik serangga dewasa (ngengat) penggerek batang padi jantan sehingga gagal membuahi ngengat betina.

“Harapannya, fertilitas telur ngengat betina akan berkurang, sehinga penambahan jumlah hama penggerek batang padi dapat berkurang atau dikendalikan,” kata Arlyna.

Kepala Desa Banjararum Warudi mengatakan petani di wilayah menjelang musin tanam selalu menanam tanam refugia untuk menekan perkembangan hama yang bisa merusak tanaman, khususnya padi.

“Petani menerapkan pola tanam dan menanam tanam refugia untuk menekan perkembangan hama. Sejauh ini, serangan hama dapat ditekan,” katanya. (sut)