Hallojogja.com, Sleman – Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman akan menggelar Festival Upacara Adat dan Tradisi Budaya Tahun 2017 selama dua pada hari Sabtu dan Minggu 7 – 8 Oktober 2017 mulai pukul 08.30 WIB di Parkir Utara Lapangan Denggung Sleman. Festival upacara adat ini diikuti oleh 17 kontingen dari seluruh kecamatan se Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman HY Aji Wulantara, SH, M.Hum kepada Hallojogja.com (06/10/2017) mengatakan peserta festival upacara adat dan tradisi budaya di ikuti oleh ketujuhbelas kontingen perwakilan kecamatan se Kabupaten Sleman, masing-masing terdiri atas minimal 50 orang.

“Bahwa Festival Upacara Adat dan Tradisi Budaya merupakan sebuah gelar akbar tradisi unggulan yang dilaksanakan sebagai upaya untuk menjaga eksistensi budaya lokal yang adiluhung,” kata Aji sapaan akrabnya.

Aji menambahkan selain itu juga dimaksudkan untuk penguatan nilai-nilai tradisi dan mewariskan nilai-nilai kearifan lokal kepada masyarakat khususnya generasi muda serta sebagai wahana apresiasi yang bermakna bagi para pelaku ritual upacara adat dan tradisi budaya serta masyarakat umum.

Upacara adat dan tradisi budaya secara esensi menggambarkan keluhuran budi bagi masyarakat yang mengajarkan ketulusan, keikhlasan dan rasa syukur terhadap anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini penting untuk dilestarikan dan dikembangkan karena akan membentuk lingkungan masyarakat yang memiliki toleransi, kegotongroyongan dan rasa kebersamaan yang tinggi.

Melalui ajang ini diharapkan tumbuh kompetisi positif sehingga kedepan akan meningkatkan kualitas SDM pelaku ritual upacara adat dan tradisi budaya di wilayah Kabupaten Sleman. Diharapkan event ini juga sekaligus menjadi bentuk sajian pertunjukan atraksi budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai daya dukung dan daya tarik terhadap kepariwisataan di Kabupaten Sleman.

Pada hari pertama Sabtu 7 Oktober 2017 akan ditampilkan 9 kontingen kecamatan yaitu Upacara Adat Tunggulwulung dari Kecamatan Minggir, Upacara Tingkeban atau Mitoni dari Kecamatan Ngaglik, Upacara Tradisi Wiwit dari Kecamatan Seyegan, Upacara Adat Suran Mbah Demang dari Kecamatan Gamping, Upacara Merti Desa dari Kecamatan Moyudan, Upacara Wiwit Agung dari Kecamatan Kalasan, Prossi Khitanan dari Kecamatan Pakem, Upacara Tedak Siten dari Kecamatan Sleman, Upacara Merti Sumber Blue Lagoon dari Kecamatan Ngemplak.

Sedangkan pada hari kedua Minggu 8 Oktober akan ditampilkan 8 kontingen kecamatan yaitu Tradisi Nyadran dari Kecamatan Prambanan, Upacara Merti Dusun dari Kecamatan Tempel, Upacara Tedak Siten dari Kecamatan Depok, Upacara Adat Merti Bumi Tunggulwulung dari Kecamatan Turi, Upacara Adat Tirta Sembada dari Kecamatan Berbah, Tradisi Mitoni dari Kecamatan Mlati, Upacara Merti Sumur dari Kecamatan Cangkringan dan Tradisi Apeman dari Kecamatan Godean.

Festival upacara adat dan tradisi budaya ini memperebutkan hadiah sebesar Rp.35.000.000,- dengan perincian untuk penyaji terbaik 1 memperoleh hadiah sebesar Rp.9.000.000,-, penyaji terbaik 2 Rp.8.000.000,-, penyaji terbaik 3 Rp.7.000.000,-, penyaji terbaik 4 Rp.6.500.000,-, dan penyaji terbaik 5 Rp.5.000.000,-,

Adapun dewan juri terdiri dari Drs. Purwatmadi, Dr. Djoko Dwiyanto, M.Hum, dan Sancaka, S.Pd. Aspek penilaian meliputi kreatifitas, symbol upacara adat/ tradisi budaya, harmoni, dan kirab.(dik)