Hallojogja.com, Bantul – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Pasar bertujuan melindungi pasar tradisional dari “gempuran” toko modern.

“Di dalam perda baru yang sudah diperdakan kemarin melindungi pasar-pasar tradisional, sehingga ada keseimbangan antara pasar tradisional dengan toko-toko modern yang mau masuk,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Bantul Bibit Rustamto di Bantul, Selasa, (8/5/2018).

Revisi Perda Bantul tentang Pengelolaan Pasar telah diparipurnakan beberapa waktu lalu sehingga regulasi yang sudah melalui pembahasan alot di tingkat legislatif dan eksekutif tinggal menunggu pengesahan pemda.

Bibit yang juga ketua Pansus pembahasan raperda itu mengatakan, Perda tentang Pengelolaan Pasar yang telah direvisi itu ditekankan kepada perlindungan pasar tradisional agar dalam perjalanannya tidak ada pihak yang terdzalimi.

“Ke depan kami sebagai salah satu unsur fraksi ingin kalimat pasar tradisional harus bersaing dengan toko modern dibalik. Jadi kalau ada toko modern yang mau masuk justru harus ditawari berani tidak bersaing dengan pasar kami,” katanya.

Dengan demikian, kata dia, sebelum ada toko modern masuk ke Bantul mestinya pemerintah daerah fokus untuk memberikan ruang tumbuh bagi pasar-pasar tradisional di Bantul yang jumlahnya sekitar 30 pasar dikelola dengan profesional.

“Agar pasarnya bagus, barang-barang yang ditawarkan di pasar itu kualitasnya bagus, harganya terjangkau, dan bagaimana kalau pedagang yang ada di pasar itu supaya dapat harga yang murah, pemda kan bisa memfasilitasi,” katanya.

Bibit mengatakan, pemda bisa mendirikan sebuah perusahaan daerah yang bekerjasama dengan produsen untuk bisa mendatangkan produk yang besar, sehingga harga yang ditawarkan kepada pedagang pasar itu bisa lebih murah.

“Banyak yang bisa kita lakukan untuk mengelola pasar, kalau pasarnya sudah bagus, harganya murah, kemudian tertata dengan baik dan rapi orang beramai-ramai di pasar karena tetap ada interaksi langsung,” katanya.

Menurut dia, pengelolaan pasar tradisional yang profesional tersebut harus menjadi prioritas pemda, termasuk mewujudkan bangunan pasar yang representatif dan fasilitas lengkap, agar masyarakat nyaman beraktifitas di pasar.

“Kita tetap akan datang ke pasar tradisional kalau pasarnya bagus, karena di situ aneka macam bisa dijumpai, mulai dari teman, jajanan yang ada di toko juga tersedia di pasar, kenapa kalau di pasar ada, harus di toko,” katanya, (her).