Hallojogja.com, Jakarta – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso mengharapkan sosok seorang pemimpin seharusnya seperti Prabowo Subianto, karena dia memiliki jiwa yang jujur dan nilai-nilai sportifitas yang tinggi.

“Selain itu, beliau mengedepankan kepentingan anak buah daripada kepentingan pribadinya. Prabowo berani berkorban demi kepentingan anak buah atau prajuritnya,” kata Djoko Santoso di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

“Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin yang betul-betul memiliki jiwa ksatria, jujur, dan sportif seperti Prabowo Subianto,” kata Djoko Santoso.

Djoko yang juga Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu mengatakan seperti itu, katena pengalamannya selama berinteraksi dengan Prabowo.

“Ini testimoni saya, pengalaman saya saat bersama Prabowo. Pada tahun 1988 silam, saya pernah ditugaskan dalam operasi di kawasan Timor-Timur,” kata Djoko.

Dia mengenang, saat itu adalah saat dimana teman-teman seangkatan Djoko Santoso mulai mendapatkan kesempatan bergilir untuk ikut seleksi pendidikan Sekolah Komando Angkatan Darat (SESKOAD).

Padahal, menurut Djoko tugasnya telah berjalan selama lebih kurang 6-7 bulan (setengah waktu bertugas operasi). Ketika hal tersebut diketahui oleh atasannya, yaitu Prabowo maka dengan spontan diperintahkan agar segera pulang dan ikut pendidikan SESKOAD.

Waktu itu, Djoko Santoso menolak halus dengan mengatakan nanti saja, karena kalau ditinggalkan tentunya kawannya di medan pertempuran berkurang.

“Nanti saja pak. Nanti bapak tidak ada kawannya di daerah pertempuran,” kata Djoko waktu itu.

Namun dengan tegas Prabowo Subianto menjawab, “Tidak apa-apa pulang saja, supaya kamu tidak tertinggal dengan kawan-kawanmu”.

Prabowo tetap memerintahkan Djoko Santoso untuk pulang untuk mengikuti SESKOAD.

“Sampai sekarang pak Prabowo bangga terhadap saya karena saya anak buahnya yang mencapai karir tertinggi,” kata Djoko.

Menurut Djoko, itulah kekuatan sekaligus kelemahan dari sosok Prabowo Subianto, sebagai seorang pemimpin yang selalu mengedepankan kepentingan anak buahnya.

Mestinya, menurut Djoko, sosok pemimpin yang memiliki jiwa yang jujur, nilai-nilai sportifitas yang tinggi, dan mengedepankan kepentingan anak buah daripada kepentingan pribadinya, serta berani berkorban demi kepentingan anak buah atau prajuritnya, yang diperlukan Indonesia.

“Indonesia butuh pemimpin yang betul-betul memiliki jiwa ksatria, jujur dan sportif seperti Pak Prabowo Subianto,” pungkas Bapak Djoko Santoso. (edg)