Hallojogja.com, Gunungkidul – Kekeringan di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus meluas. Droping bantuan air bersih bagi masyarakat setempat terus berlanjut,  bahkan volume bantuan semakin ditingkatkan.

Kegiatan pengiriman bantuan air bersih ini sebagai upaya mengatasi kekeringan dalam jangka pendek dan sementara khusus untuk masyarakat pra sejahtera.

Budiharjo Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul kepada Hallojogja.com, Sabtu (16/09/2017) melalui sambungan telepon menjelaskan hingga pertengahan bulan September ini bencana kekeringan telah melanda tujuh wilayah kecamatan, diantaranya Tepus, Rongkop, Girisubo, Panggang dan Kecamatan Paliyan.

Untuk itu, Budiharjo menghimbau masyarakat yang dilanda kekeringan itu agar selalu berhemat dalam penggunaan air meski diberikan secara gratis.

Ditambahkan, Budiharjo, tingkat kekeringan di Gunungkidul tahun ini jauh lebih tinggi jika dibanding tahun tahun sebelumnya. Sudah hampir empat bulan terakhir ini hujan tidak mengguyur termasuk di wilayah kecamatan yang saat ini dilanda kekeringan.

“Kami minta masyarakat supaya hemat dalam menggunakan air, karena musim kemarau tahun ini agak panjang waktunya. Lain dengan tahun 2016 dimana waktu itu kemarau basah, sehingga masih ada hujan di saat-saat musim kemarau tersebut,” terangnya.

Sementara itu dari hasil pantauan, sejumlah telaga dan puluhan ribu bak penampung air hujan di kawasan selatan Gunungkidul kini kondisinya telah kering kerontang. (HP)