Hallojogja.com, Yogyakarta – Pengadilan Negeri Yogyakarta,Kamis (28/09/2017) mengelar sidang gugatan kepada KGPAA Paku Alam X dan Angkasa Pura I terkait lahan bandara New Yogyakarta Internasional Airport di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo dengan agenda sidang pembacaan gugatan, sebagai Penggugat Suwarsi.

Menurut R. Herkus Wijayadi, SH, selaku kuasa hukum Puro Pakualaman kepada Hallojogja.com, Kamis (28/09/2017) menjelaskan,
Pengadilan Negeri Kulon Progo gugatan tersebut sudah ditolak. Terus gugatan diajukan di Pengadilan Negeri Yogyakarta dengan register perkara no 43 digugurkan karena tidak pernah datang.

“Register perkara No. 43 gugur karena tidak datang di persidangan hari kamis dan jumat. Dimasukkan gugatan baru sama isinya dengan register perkara No.195 dan No.102 materinya sama,” kata R. Herkus Wijayadi, SH.

Materi perkara adalah terkait Suwarsi Penggugat I merasa punya tanah yang dipakai bandara NYAI. Disisi lain tanah tersebut adalah PA Ground.Tetapi Suwarsi menggugat dari jalur HB VII.

Pengacara Puro Pakualaman menyampaikan pihak kliennya jelas tidak membagi sepeser pun dan bagi siapapun karena milik Pakualaman dan tetap diakui milik kita. Penggugat pernah sowan intinya ingin minta bagian karena masih punya hak, karena merasa masih ahli waris Pembayun dari Wugu.

“Dari kami tetap menolak negosiasi, karena sudah ketiga kalinya serta ini materinya sama,” pungkas R. Herkus Wijayadi, SH. (HP)