Hallojogja.co, Yogyakarta – Sebanyak lima ruas jalan utama yang berada di kawasan strategis Kota Yogyakarta akan diperbaiki menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dengan total nilai sebesar Rp13,5 miliar.

“Meskipun kelihatannya kondisi jalannya masih cukup bagus, namun sebenarnya sudah membutuhkan perbaikan. Dan tahun ini, pusat memberikan dana Rp13,5 miliar,” kata Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Umi Akhsanti di Yogyakarta, Senin (5/3/2018).

Kelima ruas jalan tersebut adalah Jalah KH Ahmad Dahlan yang akan diperbaiki dengan anggaran sebesar Rp4,1 miliar, Jalan Pangeran Senopati Rp2,95 miliar, ruas Jalan Glagahsari-Jalan Pandeyan Rp3,295 miliar dan Jalan Prawirotaman Rp2,618 miliar.

Menurut Umi, kerusakan yang terjadi adalah muncul retakan-retakan kecil yang cukup banyak seperti di Jalan Pangeran Senopati. “Jika tidak segera dilakukan perbaikan, maka jalan akan mudah berlubang karena air hujan mudah masuk,” katanya.

Sedangkan di ruas Jalan Glagahsari dan Jalan Pandeyan, kerusakan jalan disebabkan saluran air hujan yang berada di bawah badan jalan rusak.

Kelima ruas jalan yang kemudian ditetapkan dalam empat paket kegiatan tersebut berada di kawasan strategis pariwisata Kota Yogyakarta sehingga perbaikan jalan diharapkan meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung.

“Harapannya, proses lelang dapat diselesaikan bulan ini,” kata Umi.

Selain dari dana alokasi khusus, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menganggarkan dana cukup besar untuk pemeliharaan dan peningkatan jalan menggunakan APBD Kota Yogyakarta sebesar Rp9 miliar.

Dana tersebut sudah dialokasikan untuk memperbaiki jalan di Jalan C Simanjuntak, Jalan Sorosutan, Jalan Jambon dan jalan di Perumahan Wirosaban.

Meskipun sudah menganggarkan dana cukup besar untuk perbaikan jalan pada tahun ini, namun Umi mengatakan, masih ada beberapa ruas jalan rusak yang belum dapat diperbaiki.

“Kami akan anggarkan lagi tahun berikutnya. Misalnya untuk Jalan Kusumanegara karena dibutuhkan anggaran hingga Rp13 miliar,” katanya. (ear)