Hallojogja.com, Sleman – Pabrik Gula Madukismo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan selama 2017 menargetkan 1500 Ha lahan tebu di Kabupaten Sleman.

Direktur PG (Pabrik Gula) Madukismo Rahmat Edi Cahyono atau KRT Madu Gondodiningrat kepada Hallojogja.com, Senin (16/10/2017) menjelaskan berdasarkan Perpres No.71 Tahun 2015 gula sekarang adalah tidak hanya merupakan bahan kebutuhan pokok tetapi masuk komoditas penting.

“Pengembangan lahan area tanam tebu menjadi penting untuk membantu pemerintah menjaga ketahanan pangan dan eksitensi PG Madukismo dan memastikan produksi yang digiling,” kata KRT Madu Gondodiningrat.

Padahal total kebutuhan gula di DIY 40.000 ton. Produksi gula PG Madukismo tahun 2017 baru mencapai 22.200 ton, tambahnya.

Gondodiningrat mengemukakan untuk pengembangan lahan tebu PG Madukismo menawarkan tiga program kemitraan yaitu pertama Pola Tebu Rakyat Kemitraan dimana pengelolaan keseluruhan sepenuhnya pihak PG, pihak pemilik lahan memperoleh jaminan pendapatan minimum. Kedua Pola Tebu Rakyat Kerjasama Usaha, dimana pengelolaan dari pihak petani dan PG dan masih memperoleh jaminan pendapatan minimum tani ditambah SHU milik petani.Ketiga Pola Tebu Rakyat Mandiri dimana petani mengelola dan bertanggungjawab sampai pasca panen. Pihak PG hanya memberikan dukungan dalam produksi seperti modal, bibit dan traktor.

“PG Madukismo Yogyakarta yang merupakan satu-satunya pabrik gula di DIY bisa terjaga eksitensinya, dengan adanya kemitraan tersebut. Petani kembali semangat tanam tebu, nanam tebu tidak rugi lagi,” pungkas KRT Madu Gondodiningrat, disela-sela acara sosisalasi pengembangan area tanam tebu di Dinas Pertanian Sleman.

Ia mengatakan dengan perkiraan rendemen tebu rata-rata yang akan dicapai sebesar 7,15%, maka jumlah gula yang akan dihasilkan diperkirakan sebanyak 39.235 ton.

Kemudian, lanjutnya, PG Madukismo juga akan mengolah raw sugar sebanyak 25 ribu ton yang diperkirakan menjadi gula pasir sebanyak 23.500 ton.

“Gula seluruh produksi ini akan dialokasikan untuk mencukupi kebutuhan gula konsumsi langsung masyarakat DIY dan Jateng Selatan yang diperkirakan sebesar 120 ribu ton,” tandas Gondodiningrat. (Dik)