Hallojogja.com, Yogyakarta – Separuh penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah kaum perempuan dan anak-anak. 19,23% dari penduduk DIY masuk kategori kepala keluarga perempuan dari 215.091 kaum perempuan kepala keluarga (PEKA) adalah sebagian besar orangtua tunggal disebabkan cerai mati atau cerai talak.

Peka masih menjadi perhatian pemerintah yang sampai saat ini belum semua segmen terpenuhi haknya, seperti hak hidup sejahtera atau terbebas dari permasalahan Peka. Demikian sambutan tertulis Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat(BPPM) DIY, dr.RA. Arida Oetami,M.Kes yang dibacakan Dra. Endah Sri Wahyuni, Kasubag Pengembangan Kelembagaan Organisasi Perempuan saat pembukaan Munas IV PJJI “Armalah” di Gedung DPD DIY Jl. Kusumanegara, Yogyakarta (Minggu 5/11/2017).

Munas IV diikuti peserta dari DIY, JawaTengah, Jatim dan Sulawesi.

Hadir dalam acara tersebut pendiri PJJI dan DPD DIY Drs.HM Hafid Asrom dan tamu undangan lainnya.

“Beban dan tanggung jawab sebagai orangtua tunggal/janda cukup berat, sedangkan kemampuan sebagian sangat terbatas belum lagi secara psikologis dan teramat menyakitkan di kalangan masyarakat masih ada pandangan masyarakat terkait stigma orangtua tinggal,” urai Endah.

Endah menegaskan, bahwa UUD 1945 menjamin persamaan kedudukan, hak dan kewajiban bagi semua warga negara tanpa terkecuali. Untuk mengatasi permasalahan tersebut minimal ada tiga pilar diantaranya pemerintah, akademisi dan swasta. Pemerintah dengan program kebijakan sudah melakukan action, namun jumlah permasalahan yang harus ditangani cukup banyak dan semua permasalahan sosial ekonomi belum bisa terselesaikan.

Kalangan akademisi, lanjut Endah, dengan potensi SDM yang dimiliki telah melakukan berbagai kajian ilmiah sebagai bahan penyusunan kebijakan. Dari swasta dan lembaga swasta/ormas juga dibutuhkan.

Untuk diketahui, di DIY sejak 1991 telah berdiri lembaga yang komit terhadap kaum termarginalkan,yakni PJJI “Armalah” yang dalam perjalanan sejarahnya telah cukup berkiprah dalam pendampingan, motivasi, pemberdayaan kepada kaum perempuan yang berstatus orangtua tunggal/janda untuk menjadi pribadi mandiri, bermartabat dan terhormat sejahtera.

Jurnalis : Ihsan/Nto