Hallojogja.com, Yogyakarta – Dinas Koperasi dan UMKM Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengoptimalkan pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah berkebutuhan khusus dengan memetakan segmen usaha mereka di daerah ini.

“Kami akan memetakan dan menelusuri kegiatan usaha mereka,” kata Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM DIY Agus Mulyono di Yogyakarta, Rabu (1/7/2018).

Menurut Agus, jumlah pelaku UMKM dari kalangan peyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus di DIY seseuai pendataan pada Agustus 2017 sebanyak 200 orang. Mereka terdiri atas beragam klasifikasi mulai tuna netra, tuna daksa, tuna grahita, hingga tuna wicara.

“Untuk menelusuri dan memetakan kegiatan pelaku usaha berkebutuhan khusus kami menggandeng sejumlah yayasan dan komunitas yang menaungi pemberdayaan mereka,” kata dia.

Untuk mendorong mereka terus berkembang, menurut dia, Dinas Koperasi dan UMKM DIY telah menyediakan Pusal Layanan Usaha Terpadu (PLUT) untuk mengembangkan dan memamerkan produk usahanya secara gratis.

Sejumlah kelas-kelas kewirausahaan, pinjaman modal, pemetaan sarana prasarana usaha, hingga pengembangan SDM juga dapat diakses di PLUT.

“Kami sudah memberikan kelas bimbingan kewirausahaan untuk kalangan berkebutuhan khusus sejak 2017,” kata dia.

Agus menyebutkan berdasarkan data berjenjang dari dinas UMKM lima kabupaten atau kota, hingga saat ini tercatat kurang lebih 200.000 UMKM di DIY. Namun, baru 16.100 pelaku usaha atau 8 persen yang telah memiliki izin usaha mikro kecil (IUMK). (luq)