Hallojogja.com, Sleman – Kecelakaan kerja tambang terjadi di tebing Cenklik Sambirejo Prambanan Sleman. Tugimin (50) warga Gunungsari Rt 06/16 Sambirejo Prambanan Sleman tewas setelah terjatuh dari tebing setinggi 4 meter, Minggu (08/10/2017).

Menurut keterangan saksi Jiman (50) warga sekitar, kejadian berawal saat dirinya sekitar pukul 06.00 wib berangkat menambang sendirian tak jauh dari lokasi kejadian. Pukul 06.30 wib saksi melihat korban datang ke bukit untuk menambang batu putih. Selang 15 menit kemudian tersengar suara “Krosak” seperti bongkahan batu yang runtuh. Merasa curiga Jiman bergegas mendatangi sumber suara dan kaget melihat korban sudah tewas tertimbun longsor. Jiman selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke warga sekitar dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Prambanan.

Kapolsek Prambanan Kompol Rini Anggraini, S.IK saat dikonfirmasi Hallojogja.com, Senin (09/10/2017) melalui Humas Polres Sleman menyampaikan bahwa kecelakaan kerja itu terjadi karena kurangnya alat pengamanan yang dipakai korban.

“Saat melakukan penambangan di tebing setinggi 15 meter, korban hanya menggunakan tali untuk memanjat dan tidak dilengkapi dengan helm dan tali pengaman,” kata Kapolsek Prambanan

Tambah Kapolsek Prambanan, akibatnya saat terjadi longsor korban langsung terjatuh setinggi 4 meter dan tersangkut di tebing. Korban juga tertimbun batu dan longsoran tanah hingga isi perut terurai keluar.

Team evakuasi yang tergabung dari Polsek Prambanan, FPRB Bandung Bondowoso, Pasopati 39 TRC BPBD DIY, Pemdes Sambirejo, dan warga Sambirejo kemudian bersama-sama berupaya untuk menurunkan korban yang tersangkut di tebing menggunakan alat dan tangga seadanya.

Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD DIY Makwan mengungkapkan, longsor terjadi karena getaran yang dilakukan korban saat memukuli tebing.

” Selain itu kondisi di lokasi yang sudah retak menjadi penyebab utama longsor itu terjadi,” terang Makwan.(dik)