Hallojogja.com, Yogyakarta – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta sudah memasukkan anggaran untuk penataan permukiman di atas talut Juminahan di Sungai Code yang rusak akibat dampak Siklon Cempaka akhir 2017.

Sudah masuk anggaran. Kami memiliki kewenangan untuk menata permukimannya sedangkan perbaikan talut Juminahan menjadi tanggung jawab BPBD Yogyakarta dengan dana dari BNPB, kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono di Yogyakarta, Rabu (26/9/2018).

Menurut dia, anggaran yang dialokasikan untuk penataan permukiman di atas talut yang longsor mencapai sekitar Rp200 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk perbaikan rumah karena warga yang menempati rumah bersedia memundurkan rumahnya agar tidak terlalu dekat dengan talut.

Konsep penataan mengadopsi program M3K yaitu mundur, munggah, madep kali atau memundurkan, menaikkan posisi rumah, dan menghadapkan arah rumah ke sungai.

DPUPKP Kota Yogyakarta memiliki anggaran perbaikan rumah untuk penataan kawasan kumuh, salah satunya jika warga bersedia merelakan sebagian rumahnya untuk dijadikan jalan inspeksi sehingga posisi rumah tidak tepat berada di talut.

Dana perbaikan rumah bisa diberikan apabila rumah mengalami kerusakan sampai dengan 25 persen dan berada pada jarak kurang dari 10 meter dari talut.

Pemerintah juga bisa melakukan peningkatan bangunan apabila rumah warga mengalami kerusakan lebih dari 25 persen dan berada lebih dari 10 meter dari talut serta berada di tanah yang legal. Tentunya, semuanya harus dilakukan verifikasi terlebih dulu di lapangan, katanya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Hari Wahyudi mengatakan, kebutuhan anggaran untuk perbaikan talut Juminahan sudah diajukan ke Kementerian Keuangan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kami masih menunggu informasi lebih lanjut termasuk besaran dana yang akan diberikan untuk perbaikannya, katanya.

Saat ini, lanjut Hari, BPBD Kota Yogyakarta tengah menyiapkan detail engineering design untuk perbaikan talut yang mengalami kerusakan sepanjang 135 meter tersebut.

Nantinya, pekerjaan perbaikan talut akan dilakukan simultan dengan penataan permukiman yang ada di atasnya, kata Hari. (ear)