Hallojogja.com, Yogyakarta – Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Sandiaga Salahuddin Uno meminta doa restu dan nasihat kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menghadapi Pilpres 2019, di Keraton Kilen, Yogyakarta, Jumat.

Pertemuan empat mata antara Sandiaga dengan Sultan HB X itu berlangsung kurang lebih satu setengah jam mulai pukul 08.48 WIB.

“Terakhir waktu maju di Pilgub DKI Jakarta saya sowan mohon doa restu sama beliau, dan sekarang ada tugas baru di Pilpres 2019 dan beliau memberikan restu dan pandangan-pandangan,” kata Sandi, seusai bertemu Sultan HB X itu pula.

Ia menegaskan bahwa kedatangannya ke Keraton Kilen bukan untuk meminta dukungan politik dari Raja Keraton Ngayogyakarta itu.

“Saya tidak sama sekali pada tempatnya (meminta dukungan). Saya datangi beliau sebagai senior, dan saya hanya mohon doa restu. Sebagai yunior kita harus terus sowan dan mendapat masukan dari yang jauh lebih senior,” kata Sandi lagi.

Sandi mengaku kerap berdiskusi dengan Sultan HB X, khususnya saat sama-sama aktif dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). “Saya dulu kebetulan di organisasi yang sama, sama-sama di Hipmi dan Kadin, background-nya juga sama-sama pengusaha,” kata Sandi.

Bagi Sandi, Sultan HB X merupakan sosok yang ia hormati, sehingga harus diposisikan di atas segala kepentingan politik.

“Kita tidak ingin menarik beliau ke dalam politik praktis,” kata dia.

Menurut dia, Sultan HB X sebagai tokoh bangsa yang telah mengalami banyak pergantian pemerintahan menitipkan pesan kepadanya, seandainya nanti pemerintahan berganti jangan sampai pembangunan mulai kembali dari nol.

“Tetapi apa yang bagus diteruskan dan apa yang belum baik harus diperbaiki dan ekonominya harus dikelola lebih baik lagi,” katanya pula.

Selain itu, kata Sandi, dalam pertemuan itu juga sempat membicarakan berbagai hal tentang perekonomian, mulai dari persoalan lapangan kerja, investasi, harga kebutuhan pokok, hingga membicarakan ihwal penanganan bencana dengan merujuk model penanganan bencana gempa bumi di Yogyakarta pada 2006.

Berkaitan dengan program, menurut Sandi, tidak ada masukan spesifik yang disampaikan Sultan HB X kepadanya. Tetapi, Sultan ingin agar pembangunan ke depan harus tetap berkelanjutan.

“Pembangunan yang berkaitan dengan reformasi birokrasi jangan sampai antarkementerian ada tumpang tindih, masalah perizinan dan sebagainya memang sudah kami soroti dalam beberapa kebijakan yang akan diusung Prabowo-Sandi,” kata dia pula.