Hallojogja.com, Bantul – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta meningkatkan razia penyakit masyarakat di daerah itu menjelang Ramadhan guna menjaga ketenteraman dan ketertiban umum selama puasa itu.

“Ketika berbicara masalah pekat (penyakit masyarakat) itu pasti dan sudah rutin dilakukan razia, apalagi menjelang puasa razia lebih ditingkatkan,” kata Sekretaris Satpol PP Bantul Gunawan Budi Santosa di Bantul, seperti dilansir Indonesiaraya.co.id, Jumat (20/4/2018).

Ia menjelaskan razia yang berkaitan dengan masalah penyakit masyarakat menjelang Bulan Puasa ditingkatkan agar nantinya kegiatan yang berpotensi muncul gangguan ketenteraman atau gangguan terhadap kenyamanan beribadah, dapat diminimalkan.

Ia mengatakan razia dilakukan secara rutin, terkendali, dan terukur di wilayah-wilayah yang selama ini ditengarai marak peredaran minuman keras maupun tempat hiburan malam di kawasan pantai selatan.

“Kemarin kita sudah lakukan razia, bahkan sudah kita sidangkan, ada beberapa pengusaha karaoke yang kita sidangkan dan kita kenakan denda sebesar Rp10 juta, padahal maksimalnya Rp50 juta, biasanya denda agak kecil,” katanya.

Razia itu, kata dia, dilakukan bersama aparat gabungan dari kepolisian dan instansi terkait.

Ia menjelaskan selain antisipasi penyakit masyarakat, razia dilakukan dalam penegakan peraturan daerah sesuai fungsi Satpol PP.

Terkait dengan penataan kawasan pantai selatan, termasuk kemungkinan industri hiburan, Gunawan mengatakan sepanjang masih dalam taraf pengembangan untuk sektor pariwisata yang mempunyai kewenangan instansi terkait.

“Yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata termasuk industri hiburan itu nanti yang merencanakan dan mengawal Dinas Pariwisata, kami itu kalau di sana terjadi pelanggaran perda, itu yang jadi pokok persoalan kami,” katanya, seperti dikutip Antara. (her)