Hallojogja.com, Sleman – Bantaran Sungai Code di Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini banyak ditemukan sedimen sehingga berpotensi mengganggu kelancaran aliran sungai yang berhulu Gunung Merapi tersebut.

“Apalagi saat ini di kawasan utara (lereng Gunung Merapi) masih sering terjadi hujan deras, sehingga dikhawatirkan sungai tidak mampu menampung aliran air,” kata Ketua Forum Komunikasi Sungai Sleman (FKSS) AG Irawan di Sleman, Senin (4/3/2019).

Ia mengatakan, sedimen di Sungai Code terlihat mulai menggunung sehingga menimbulkan penyempitan aliran sungai.

“Berbagai jenis tumbuhan liar seperti pohon pisang dan rumput juga banyak tumbuh. Pada bagian talud juga banyak ditumbuhi tanaman,” katanya.

Menurut dia, banyaknya sedimen sungai juga mengakibatkan pendangkalan. Sehingga ketika hujan lebat, bisa saja warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai terkena banjir akibat luapan sungai.

“Pada beberapa sisi masih ada sampah yang menyangkut di sedimen-sedimen sungai, kondisi tersebut berbahaya. Sedimen akan mengganggu kedalaman dan aliran sungai,” katanya.

Irawan menyarankan agar dilakukan pengerukan sungai atau normalisasi hingga batas dasar sungai sehingga bentuk asli sungai bisa kembali.

“Jika sedimen karena akumulasi limbah padat atau cair, maka perlu penanganan khusus. Sebab, nantinya akan berpengaruh terhadap ekosistem sungai. Perlu dicek jenis endapannya karena akan menentukan penanganan,” katanya.

Ia mengatakan, dari pemetaan jenis sedimen di sungai itu berdasarkan lokasi. Di Sleman dan Kota Yogyakarta sisi utara biasanya didominasi pasir. Karena sumbernya dari lahar hujan Gunung Merapi.

“Sedangkan mulai Yogyakarta bagian selatan dan Kabupaten Bantul biasanya sudah mulai bercampur dengan padatan limbah,” katanya. (vsp)