Hallojogja.com, Sleman – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan hingga akhir 2018 memberikan dispensasi dan menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan sebanyak 5.000 rumah yang dibangun sebelum 2011.

“Dispensasi diberikan untuk rumah yang dibangun sebelum 2011 karena Peraturan Daerah (Perda) Izin Mendirikan Banguna (IMB) Sleman disahkan pada 2011,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Sleman Sutadi Gunarto di Sleman, Kamis (4/10/2018).

Dia mengatakan rumah yang mendapatkan dispensasi IMB adalah tempat tinggal yang bukan tempat usaha, bukan pondokan atau jasa indekos dan luas bangunan tidak lebih dari 300 meter persegi.

“Selain itu bukan merupakan rumah bertingkat dan nilai bangunan tidak lebih dari Rp2 juta yang dibuktikan dengan nilai bangunan yang tertera dalam Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terbaru,” katanya.

Ia mengatakan dispensasi juga diberikan untuk rumah yang tidak melanggar aturan, seperti sepadan jalan dan sungai.

“Untuk rumah yang berada di sepadan sungai harus ada keterangan dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu dan Opak (BBWSO),” katanya.

Sutadi mengatakan dispensasi juga diberikan untuk masyarakat miskin yang tidak dipungut biaya atau gratis, sedangkan masyarakat nonmiskin mendapat potongan 50 persen.

“Kami juga memberikan kemudahan di mana gambar denah rumah tidak harus gambar tekhnik, namun bisa berupa gambar sederhana yang digambar tangan dan bukti kepemilikan tanah tidak harus berupa sertifikat tanah namun bisa berupa letter C maupun keterangan lain yang dikuatkan dengan keterangan pemerintah desa. Jika persyaratan lengkap maka dalam waktu 10 hari IMB akan diterbitkan,” katanya.

Ia mengatakan program dispensasi itu akan dilanjutkan pada 2019 dengan target minimal 14.000 IMB yang diterbitkan.

“Karena tahun ini waktunya tinggal tiga bulan maka target kami hanya 5.000 IMB, tahun depan target kami sebanyak 14.000 IMB,” katanya. (vsp)