Hallojogja.com, Sleman – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu selenggarakan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan Temu Kemitraan Penandatanganan nota kesepahaman bersama penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri dengan Mitra Binaan UMKM 2018, Jumat (28/9/2018).

“Kegiatan ini dalam rangka menjalin hubungan kewirausahaan yang saling menguatkan antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sleman,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMPPT) Kabupaten Sleman Sutadi Gunarto.

Menurut dia, penandatanganan MoU melibatkan enam perusahaan dengan 16 UMKM binaan.

Perusahaan yang melakukan penandatanganan MoU yaitu PT Primissima (5 UMKM binaan), PT. Mirota (2 UMKM binaan), PT. Angkasa Pura 1 (2 UMKM binaan), PD Bank Sleman (3 UMKM binaan), BPD DIY Cabang Sleman (2 UMKM binaan) dan PT Garuda Mitra Sejati (1 UMKM binaan).

“Penandatanganan ini juga untuk menjalin kerja sama yang saling menguatkan dan pembinaan berkelanjutan antara PMA atau PMDN dengan UMKM Sleman,” katanya.

Ia mengatakan dalam kegiatan tersebut pihaknya juga menghadirkan beberapa asosiasi yang terkait dengan sektor industri.

“Dengan saling mengenal diharapkan dapat terjalin kerja sama untuk pembinaan yang mengarah produk berorientasi ekspor sehingga dapat menunjang pariwisata serta berdampak pada munculnya peluang investasi baru,” katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo langsung menyaksikan penandatangan MoU mengatakan bahwa temu kemitraan menjadi wujud kepedulian penanam modal untuk memajukan UMKM di Sleman.

“Terlebih iklim usaha di Kabupaten Sleman saat ini terus berkembang karena munculnya destinasi wisata baru serta Sleman sebagai rujukan pendidikan di DIY,” katanya.

Sri Purnomo mengharapkan kerja sama yang dijalankan dapat berjalan seimbang.

“Saya percaya para perusahaan penanam modal bisa mendapat keuntungan yang lumayan. Dengan demikian diharapkan para UMKM yang menjadi mitra binaannya juga diupayakan mendapat keuntungan yang seimbang supaya dapat lebih kuat dan berkembang dengan baik dalam membangun usahanya,” katanya. (vsp)