Hallojogja.com, Solok – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Margiono mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia berada di era dimana kebenaran dan kebohongan semakin sulit dibedakan. Hal itu dikatakan dia saat berbicara di Seminar Nasional bertema “Pers Sebagai Alat Pemersatu Bangsa” di Alahan Panjang Resort, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (3/11/2017).

Dia melanjutkan, diperlukan proses yang tidak singkat untuk menemukan kebenaran dari sebuah peristiwa. Misalnya, saat terjadi peristiwa pembunuhan, polisi menetapkan seseorang sebagi tersangka. Walaupun ada yang telah ditetapkan sebagai tersangka, namun proses pencarian kebenaran atas peristiwa pembunuhan itu belum selesai. Masih dibutuhkan proses pengadilan untuk memastikan kebenaran fakta pembunuhan yang terjadi.

Pengadilan pun, sambung Margiono, tidak begitu saja bisa memutuskan fakta dalam kasus pembunuhan, karena membutuhkan keterangan-keterangan tembahan dari saksi dan ahli-ahli yang memahami peristiwa tersebut dalam pendalaman kasus.

Margiono yang juga Ketua HPN 2018 berharap masyarakat memiliki kemauan untuk merunut sebuah informasi demi menemukan kebenaran faktual sebuah peristiwa. Pers disaat yang bersamaan juga bertanggungjawab untuk memberikan informasi yang memang berdasarkan pada kebenaran faktual.

(etw/phpn)