Hallojogja.com,Kulonprogo – Pihak yang paling bertanggungjawab dalam penyaluran Gas Elpiji 3 kg ke masyarakat adalah pangkalan, karena semestinya mereka tidak menjual kepada masyarakat yang tidak berhak.

Taufiqurrakhman Koordinator Elpiji 3 kg Hiswana Migas Kulon Progo mengatakan, Gas elpiji 3 kg yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan pelaku usaha kecil banyak disalahgunakan oleh masyarakat, dan diduga menjadi salah satu penyebab kelangkaan gas.

Menurutnya, dari pantauan dilapangan banyak ditemui penyalahgunaan oleh masyarakat. Gas Elpiji 3 kg banyak digunakan peternak untuk menghangatkan ayam, atau digunakan petani untuk menyedot air yang dialirkan ke sawah.

Kesadaran masyarakat selama ini diungkapkan Taufiq masih kurang, karena banyak yang tidak berhak tetapi masih tetap menggunakan gas bersubsidi tersebut.

“Untuk menyedot air untuk pertanian, disepanjang pantai selatan banyak sekali yang kayak gitu. Sebetulnya tidak bener cara seperti itu,” jelasnya, Senin (18/09/2017).

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kulon Progo Niken Probolaras menanggapi permasalahan mengatakan, pengawasan penggunaan gas elpiji 3 kg secara rutin dilakukan dilakukan secara persuasif berupa himbauan.

“Pengawasan itu sebenarnya secara rutin kita lakukan dengan cara persuasif, tapi kemasannya hanya himbauan, karena memang di Permen ESDM tidak menyebut larangan atau sanksi yang tegas bagi rumah tangga yang mampu yang sebenarnya tidak layak pakai itu,” katanya Niken.

Jumlah kuota reguler gas elpiji 3 kilogram untuk wilayah Kulon Progo sebanyak 264.560 tabung atau 30,53 matrik ton per hari. (HP)