Hallojogja.com, Kulon Progo – Rombongan Pengumpulan Data dan Informasi Tim Kajian Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mengunjungi Kulon Progo, Kamis (07/09/2017).Tim ingin sekali mendengar, menggali secara langsung terkait kearifan lokal bagaimana praktis pengamalan pancasila sehari-hari di daerah terutama di Kulon Progo.

Rombongan Tim dipimpin oleh Julie Trisnadewani,MIKom Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang sekaligus Penanggungjawab Tim Kajian, bersama M.Faried,SIP,DEA Anggota Tim Kajian, Henry Thomas Simarmata Sekretaris Tim Kajian, Suhendro Tri Anggono,MSi Anggota Tim Kajian, D.Herdiyan,S.Sos Sekretariat Tim Kajian Asep Patrika,SE Sekretariat Tim Kajian.

Tim diterima langsung oleh Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo, Forkopimda dan tokoh masyarakat, di Ruang Menoreh Pemkab Kulon Progo, Kepada Bupati dan tamu yang hadir, Julie Trisnadewani menyampaikan, Wantimpres hanya tugas memberikan masukan ke Presiden bukan ke yang lain. Dan dalam menggali informasi perlu mengunjungi ke daerah secara langsung dan jelas sumbernya dan mendengarkan masukan.

“Kita ingin lebih mendengar masukan dari teman-teman di daerah, dari bapak ibu. Ingin mendengar langsung dan tidak bisa hanya mendengar dari laporan-laporan katanya dari siapa, kita harus melihat langsung ke daerah,” kata Julie Trisnadewani.

Julie Trisnadewani bersama Tim langsung berdiskusi dengan Bupati Kulon Progo, Wakil Bupati, Forkopimda, OPD, terkait pengamalan Pancasila sehari-hari di Kabupaten Kulon Progo.

“Saya sangat terkesan sekali, tadi diskusi dengan Bapak Bupati dan SKPD terkait . Kami memang ingin mendengar masukan, mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila, dan media-media yang digunakan untuk mensosialisasikan dan menghidupkan kembali nilai Pancasila. Ternyata di Kulon Progo ini sudah berjalan dengan sangat baik, dan menurut saya bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah yang lain, karena ternyata nilai-nilai Pancasila sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat di sini,” kata Julie.

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyampaikan, animo masyarakat untuk laksanakan nilai-nilai Pancasila sangat tinggi. Tetapi daerah punya tanggung jawab mengkalibrasi antara kebijakan hasil proses politik dengan nilai-nilai luhur dari Pancasila.
Gini ratio juga masih menjadi masalah yang harus ditangani. Kita juga wajib mempertahankan nilai gotong royong agar jangan sampai tergerus oleh liberalisme, radikalisme, individualisme.

“Karena realita setelah reformasi, semakin individualistik, hedonisme meningkat, kekerasan meningkat, korupsi meningkat, kesenjangan sosial meningkat, kesejahteraan masih rendah, dan itu semua adalah penyimpangan yang harus dikalibrasi oleh masyarakat itu sendiri,” ungkap Bupati Kulon Progo. (HP)