Hallojogja.com, Yogyakarta – Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan pemberian obat cacing massal kepada anak untuk mendukung upaya pencegahan dan antisipasi penularan penyakit kaki gajah (filariasis).

“Kegiatan pemberian obat cacing massal tersebut dilakukan untuk anak usia enam bulan hingga anak SD kelas VI,” kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayau di Yogyakarta, Kamis (11/10/2018).

Menurut dia, program pemberian obat cacing massal tersebut dilakukan rutin setiap satu tahun sekali meskipun Kota Yogyakarta bukan merupakan wilayah endemik penyakit kaki gajah.

“Pemberian obat cacing ini dilakukan di seluruh wilayah termasuk di kabupaten lain di DIY. Harapannya, jika pencegahan penyakit dilakukan secara bersama-sama tentu akan memberikan hasil yang optimal,” katanya.

Pemberian obat cacing massal yang bisa diakses secara gratis tersebut dilakukan melalui seluruh Puskesmas yang ada di Kota Yogyakarta dan diberikan saat layanan Posyandu maupun ke sekolah-sekolah.

“Sasarannya puluhan ribu anak. Bahkan, orang dewasa juga bisa mengonsumsi obat cacing secara mandiri agar tidak tertular penyakit yang disebabkan oleh cacing filariasis tersebut,” katanya.

Obat cacing yang diberikan adalah obat cacing yang mengandung albendazole karena dinilai ampuh untuk mencegah infeksi cacing.

Pemberian obat cacing massal secara gratis tersebut dilakukan sejak Agustus hingga November dan hingga saat ini, sudah mencapai 70 persen lebih dari target sasaran.

“Mungkin jumlah target yang disasaran sudah lebih banyak, namun belum dilaporkan oleh Puskesmas yang juga rajin melakukan penyisiran jika masih ada anak yang belum memperoleh obat cacing,” katanya.

Ia menyebut sampai saat ini tidak ditemukan kasus kaki gajah di Kota Yogyakarta.

Meskipun saat ini tidak ada kasus kaki gajah di Kota Yogyakarta, namun demikian Endang mengatakan, kasus tersebut berpotensi terjadi di wilayah dengan kondisi lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya.

“Oleh karena itu, penerapan program hidup bersih dan sehat menjadi salah satu upaya ampuh untuk mencegah penularan kaki gajah,” katanya.

Kaki gajah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filariasis dan ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit tersebut bersifat menahuh dan bisa menyebabkan pembengkakan bagian tubuh apabila tidak segera diobati.

“Pembengkakan bisa di kaki, lengan atau alat kelamin. Tergantung penyumbatannya ada di bagian tubuh mana. Meski tidak menyebabkan kematian, namun bisa mengganggu aktivitas,” katanya. (ear)