Hallojogja.com, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta tengah menyusun basis data potensi kuliner di wilayah yang nantinya dijadikan referensi bagi organisasi perangkat daerah untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum saat pertemuan dinas.

“Kami sedang susun basis data kuliner dalam sebuah sistem informasi manajemen. Setiap organisasi perangkat daerah atau instansi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta dapat mengakses basis data tersebut untuk memesan kebutuhan makan dan minum atas konsumsi saat pertemuan dinas,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Rabu (21/3/2018).

Menurut dia, jumlah pelaku usaha kuliner di wilayah yang masuk dalam basis data harus memenuhi sejumlah persyaratan di antaranya memiliki NPWP serta nomor rekening karena Pemerintah Kota Yogyakarta sudah menerapkan transaksi pembayaran nontunai sejak tahun lalu.

Selain itu, pelaku usaha kuliner juga diharapkan sudah memiliki nomor pangan industri rumah tangga (PIRT) hingga izin usaha mikro atau keterangan makanan layak sehat.

“Yang pasti, makanan yang disiapkan untuk kebutuhan pertemuan tersebut harus sehat, salah satunya ada menu buah. Ini sesuai anjuran dari Dinas Kesehatan termasuk untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” katanya.

Saat ini, lanjut dia, jumlah pelaku usaha kuliner yang masuk dalam basis data belum terlalu banyak namun diupayakan akan terus ditambah secara rutin.

“Sudah ada yang masuk dalam data, misalnya dari sekitar bantaran Sungai Winongo. Mereka sudah siap memenuhi kebutuhan makan dan minum dalam pertemuan dinas khususnya di Kecamatan Tegalrejo,” katanya.

Heroe menyebut, kegiatan untuk memanfaatkan potensi kuliner di wilayah merupakan salah satu bentuk realisasi gerakan “Gandeng Gedong” yang kini terus disosialisasikan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Melalui gerakan ini, kami ingin maju bersama-sama mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi, ada dana sekitar Rp38 miliar untuk kebutuhan makan dan minum dalam APBD Kota Yogyakarta. Dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya dengan membeli kuliner dari warga,” katanya.

Ia juga meminta agar Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dapat mendukung pemenuhan kebutuhan makan dan minum dinas tersebut dengan melakukan pembinaan, salah satunya menerbitkan PIRT.

“Tahun ini, Dinas Kesehatan menargetkan menerbitkan 2.000 PIRT. Belum lama ini, sudah ada sekitar 100 pelaku usaha di sepanjang Sungai Winongo yang mengikuti pelatihan PIRT,” katanya. (ear)