Hallojogja.com, Yogyakarta – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta berupaya untuk terus melakukan pengurangan titik genangan di wilayah tersebut dan ditargetkan pada 2019 akan ada pengurangan di lima titik.

Pengurangan potensi titik genangan terus kami upayakan dan diharapkan pada akhir 2019 hanya tersisa 16 titik genangan,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Aki Lukman di Yogyakarta, Kamis (21/6/2018).

Pada 2019, target pengurangan titik genangan berada kawasan Jalan Menteri Supeno, Jalan Batikan, Jalan Veteran dan Jalan Sidikan, serta di Jalan WR Mongisidi, Jalan Pakuningratan, Jalan Wiratama Timur dan Jalan Manunggal.

Aki menyebutkan, genangan di Kota Yogyakarta muncul setelah hujan lebat dan biasanya hanya memiliki ketinggian sekitar 30 centimeter. Genangan akan hilang dalam waktu kurang dari dua jam karena karakter tanah di Yogyakarta cenderung berpasir. Pada tahun ini, potensi titik genangan yang menjadi target pengurangan berada di Jalan Secodiningratan dan Jalan Bimo Kunting.

Potensi titik genangan di Jalan Bimo Sakti akan diatasi dengan membangun drainase di Jalan Bimo Kunting berukuran 60 x 60 centimeter, sedangkan titik genangan di Jalan Secodiningratan akan dikurangi dengan membangun drainase di Jalan Senopati.

Jika seluruh target pengurangan potensi titik genangan tersebut dapat direalisasikan, sejumlah potensi titik genangan yang masih akan menjadi pekerjaan rumah untuk diselesaikan di antaranya berada di Jalan Sorogenen, Jalan Sorosutan, Jalan Bener, Jalan Kusbini, kawasan Tamanan, sekitar Ledok Gondomanan, sekitar pertemuan Sungai Buntung dan Sungai Winongo, serta di bantaran Sungai Code di RW 7 dan RW 8 Kelurahan Ngupasan.

Aki menambahkan, pada tahun ini juga akan dilakukan pendataan dan pemetaan titik genangan untuk pemutakhiran data dari data terakhir pada 2013.

“Akan ada perubahan data. Mungkin saja di satu titik tertentu sudah tidak ada genangan tetapi muncul di lokasi lain. Oleh karena itu, perlu disurvei kembali untuk mengetahui kondisi yang paling baru,” katanya. Lima tahun lalu, jumlah genangan di Kota Yogyakarta mencapai 50 titik yang tersebar di hampir semua kecamatan di wilayah tersebut. (eka)