Candi di Jogja – kota jogja, tidak bisa dipungkiri kota dengan destinasi wisata yang sangat banyak dan beragam, dan juga mulai dari destinasi wisata yang hits, sampai ke destinasi wisata penuh dengan sejarah, dan sangat banyak sekali situs bersejarah dari peninggalan beberapa kerajaan pada zaman dahulu yang masih popular berdiri sampai saat ini dan saat ini tempat wisata berupa candi yang ada di jogja menjadi destinasi yang cukup menarik untuk di kunjungi oleh para wisatawan.

kemudian, ada dimana saja kah objek objek wisata di Jogja yang bersejarah ini? berikut hallojogja.com berikan informasinya simak semua ulasannya ya sahabat,

1. Candi Prambanan

candi di jogja

yang pertama ada candi prambanan, siapa sih yang gak tau candi yang satu ini?, candi prambanan adalah candi Hindu terbesar dan termegah yang pernah dibangun pada masa Jawa kuno, pada saat pembangunan candi Hindu kerajaan ini dimulai oleh Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Buddha yaitu Borobudur dan juga candi Sewuyang yang terletak tidak jauh dari lokasi candi Prambanan.

banyak dari sejarawan lama mengira ngira bahwa pembangunan candi agung Hindu ini untuk menandai kembali dan sebagai bukti dari berkuasanya keluarga Sanjaya atas tanah Jawa, dan hal ini terkait teori wangsa kembar yang berbeda keyakinan dan saling bersaing, yaitu wangsa Sanjaya penganut Hindu dan wangsa Sailendra penganut ajaran Buddha.

yang jelas, dengan dibangunnya candi prambanan ini menandakan dan menjadi bukti bahwa Hinduisme aliran Saiwa kembali mendapat dukungan dari keluarga kerajaan, yang sebelumnya wangsa Sailendra cenderung lebih mendukung Buddha di aliran Mahayana. karena ini menandai bahwa kerajaan Medang beralih fokus ke dukungan keagamaanya, yang dari Buddha Mahayana kepada pemujaan terhadap dewa Siwa.

candi di jogja yang satu ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia yang telah ditetapkan oleh UNESCO, dengan predikat sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia, dan juga sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. dengan arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya.

dan juga, candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai kurang lebih sekitar 47 meter dan menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. dan juga sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh penjuru dunia, terutama untuk seluruh umat hindu yang ingin berkunjung ke candi ini.

2. Destinsi Wisata Candi Sewu Jogja

candi di jogja

yang kedua ada candi sewu, yang merupakan candi di jogja berupa candi buddha yang masuk di komplek candi prambanan yang letaknya paling utara sendiri dibandingkan dengan candi – candi yang lainnya, candi sewu ini merupakan candi yang sangat banyak sekali jumlahnya.

menurut Prasasti Kelurak yang berangka tahun 782 dan juga dari Prasasti Manjusrigrha yang berangka tahun 792 dan ditemukan sekitar tahun 1960, dan juga nama asli dari candi sewu ini adalah ”Prasada Vajrasana Manjusrigrha”.

dan juga penempatan istilah Prasada bermakna yaitu candi atau kuil, dan Vajrajasana bermakna sebagai tempat Wajra (intan atau halilintar) bertakhta, sedangkan Manjusri-grha bermakna Rumah Manjusri. dan juga Manjusri adalah salah satu Boddhisatwa dalam ajaran agama buddha.

Dan juga Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 masehi pada akhir masa pemerintahan dari Rakai Panangkaran, Rakai Panangkaran (746–784) adalah seorang raja yang termahsyur dari kerajaan Mataram Kuno di pulau jawa.

3. Obyek Wisata Candi Kalasan Jogja

candi di jogja

yang ketiga ada candi kalasan, Candi Kalasan atau Candi Kali bening merupakan sebuah candi yang dikategorikan sebagai candi umat Buddha, untuk lokasi dari candi kalasan ini berada di desa Kalasan, kabupaten Sleman,  Yogyakarta, Indonesia.

untuk sedikit informasi Candi ini memiliki 52 stupa yang berada di sisi jalan raya antara jalan Yogyakarta dan Solo serta sekitar kurang lebih 2 km dari situs candi Prambanan. dan pada bagian selatan candi terdapat dua bentuk relief Bodhisattva, dan pada atapnya terdiri dari 3 tingkatan atap.

dengan tingaktan sebagai berikut, Atap paling atas terdapat 8 ruang, atap tingkat dua berbentuk segi 8, dan juga  atap paling bawah sebangun dengan candi kalasan berbentuk persegi 20 yang dilengkapi dengan kamar-kamar pada setiap sisinya.

yang awalnya hanya candi Kalasan ini yang ditemukan pada kawasan situs candi kalasan ini, akan tetapi setelah digali lebih dalam maka ditemukan lebih banyak lagi bangunan pendukung yang ada di sekitar candi ini. tidak hanya candi Kalasan dan bangunan – bangunan pendukung lainnya terdapat juga tiga buah candi kecil di luar bangunan candi utama, yang berbentuk stupa.

4. Tempat Wisata Candi Ijo Jogja

Sambisari

yang keempat ada candi ijo, yang mana Candi Ijo ini berlokasi di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. situs ini berada di lereng barat sebuah bukit yang masih merupakan bagian dari perbukitan Batur Agung

dengan kompleks candi terdiri dari sekitar 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. yaitu Teras pertama sekaligus halaman menuju pintu masuk merupakan sebuah teras berundak yang membujur dari barat ke timur.

dengan bangunan pada teras ke-11 berupa pagar keliling, delapan buah lingga patok, empat bangunan yaitu candi utama, dan tiga candi perwara. pada bangunan pada tiap teras didasarkan atas kesakralannya. dengan ketentuan bangunan pada teras tertinggi adalah yang paling sakral.

adanya posisinya berada pada lereng bukit dengan ketinggian rata-rata sekitar 425 meter di atas permukaan laut. situs bersejarah satu ini dinamakan “Ijo” sebab berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo. dengan tempat percandian membuka ke arah barat dengan panorama yang begitu menarik, yaitu berupa persawahan dan bentang alam, seperti Bandara Adisucipto dan pantai Parangtritis terlihat dari candi ijo ini.

5. Candi Sambisari

yang kelima ada yang disebut dengan situs Candhi Sambisari, candi sambisari adalah candi Hindu aliran Siwa yang berlokasi di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, dengan jarak kurang lebih 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks Candi Prambanan. situs ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno.

Situs candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari dan dipugar pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala. lalu kemudian desa ini diabadikan menjadi nama atas candi tersebut.

Dengan posisi Candi Sambisari terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah, yang berkemungkinan besar karena tertimbun lahar dari Gunung Merapi yang meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kemungkinan tahun 1006). dan juga ini terlihat dari banyaknya batu material vulkanik di sekitar candi ini.

dan juga dikelilingi oleh pagar batu dengan ukuran sekitar 50 m x 48 m, kompleks ini mempunyai beberapa candi utama didampingi oleh tiga candi perwara (pendamping).

yang pada bagian luar dinding bangunan utama terdapat sebuah relung yang berisi patung Durga Mahisasuramardini (di sebelah utara), dan juga ada patung Ganesha (sebelah timur), ada patung Agastya (sebelah selatan), dan juga di sebelah barat terdapat dua patung dewa penjaga pintu: Mahakala dan Nandiswara.