Nglanggeran Jogja – Kota jogja Selain kaya dengan kebudayaan dan sejarah yang sangat dijunjung tinggi, Kota Jogja mempunyai kekayaan alam yang sangat begitu beragam dan melimpah, dari semua kekayaan alam tersebut tentunya mempunyai keunikan dan nilai historis tinggi yang menjadikan kekayaan alam tersebut kini menjadi salah satu objek wisata favorit dan terbaik di kota Jogja bahkan di Indonesia, yaitu Gunung Api Purba Nglanggeran jogja, apabila kalian belum pernah mendengarnya kalian pasti akan bertanya-tanya mengapa gunung tersebut disebut Gunung Api Purba Nglanggeran jogja.

Selayang Pandang Nglanggeran Jogja

yang ini pada dasarnya Gunung Api Purba Nglanggeran jogja ini adalah sebuah gunung api yang pernah aktif seperti gunung-gunung api lainnya, akan tetapi hal tersebut terjadi sekitar kurang lebih 60-70 juta tahun yang lalu dan saat ini Gunung Api Purba Nglanggeran jogja sudah tidak aktif lagi, oleh sebab itu mengapa gunung ini disebut sebagai gunung api purba sebab memang gunung ini merupakan sebuah peninggalan purba yang saat ini sudah tidak aktif karena sudah dimakan oleh waktu.

apabila kalian berkunjung ke Gunung Api Purba Nglanggeran, kalian tidak akan menjumpai bentuk gunung seperti pada umumnya yang berbentuk kerucut dan memiliki kawah, akan tetapi Gunung Api Purba Nglanggeran jogja saat ini mempunyai bentuk seperti gugusan bebatuan raksasa tinggi menjulang yang telah ditumbuhi beberapa jenis macam flora dan dihuni beberapa macam fauna didalamnya.

yang mana Gunung Api Purba Nglanggeran ini dulunya adalah sebuah gunung yang berada di dasar lautan, sebab adanya sebuah fenomena alam tertentu dengan kurun waktu yang sangat lama, area Gunung Api Purba Nglanggeran jogja ini kemudian terangkat ke permukaan dan menjadi sebuah daratan jutaan tahun yang lalu. kondisi dari Gunung Api Purba Nglanggeran jogja memiliki puncak yang disebut Gunung Gedhe memiliki ketinggian kurang lebih 700 meter diatas permukaan laut dan keseluruhan area Gunung Api Purba Nglanggeran jogja ini mempunyai luas sekitar kurang lebih 48 hektar.

dan juga ada suatu kisah atau cerita yang saat ini masih dipercaya oleh para penduduk setempat. Gunung Nglanggeran menurut para penduduk setempat berasal dari kata “nglanggar” atau dalam Bahasa Indonesia mempunyai arti melanggar. yang pada zaman dahulu para penduduk sekitar Gunung Api Purba Nglanggeran mengundang seorang dalang kenamaan untuk acara syukuran berkat panen yang melimpah, akan tetapi saat itu terdapat beberapa penduduk yang ceroboh,

di kala sang dalang pergi sesaat untuk dapat beristirahat terdapat beberapa penduduk dengan sengaja memainkan wayang yang dibawa sang dalang, dengan asyiknya mereka bermain wayang menjadikan kemudian wayang tersebut ada yang rusak dan ditinggalkan begitu saja. tentunya saat melihat kondisi wayangnya rusak sang dalang pun marah dan mencari siapa yang telah merusak wayangnya, setelah itu sang dalang pun murka dan mengutuk beberapa penduduk setempat menjadi wayang yang lalu dibuang di kawasan Bukit Nglanggeran.

tidak tahu berkaitan dengan cerita ini atau tidak, sampai sekarang sebagian masyarakat setempat meyakini bahwa Gunung Api Purba Nglanggeran dijaga oleh sebuah makhluk yang bernama Kyai Ongko Wijoyo dan tokoh pewayangan dari cerita Punokawan yaitu Semar, Gareng, Petruk dan Bagong.

dan juga masih terdapat misteri yang melekat di objek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, yaitu terdapat sebuah Kampung Pitu atau Kampung Tujuh yang didalamnya hanya boleh dihuni oleh 7 buah kepala keluarga. tentunya hal ini sudah ada sejak dahulu dan dipercaya turun-temurun sampai dengan sekarang, apabila jika jumlah kepala keluarga di Kampung Pitu ini lebih dari 7 maka kepala keluarga ke 8 akan menderita penyakit yang berujung kepada kematian,

dan apabila jumlah kepala keluarga kurang dari 7 maka akan ada wabah penyakit yang akan menyerang seluruh penduduk Kampung Pitu sampai dapat berujung pada kematian. oleh sebab itu mengapa Kampung Pitu hanya boleh dihuni oleh 7 kepala keluarga tidak lebih dan tidak kurang, apabila terdapat anak dari salah satu kepala keluarga menikah maka ia akan keluar dari lokasi Kampung Pitu dan menetap di bawah atau di lereng Gunung Api Purba Nglanggeran.

dan jika ingin menuju puncak Gunung Api Purba Nglanggeran kalian harus berjalan menyusuri jalan setapak dengan adanya bebatuan yang cukup menantang dan tentu saja dengan tanjakan yang lumayan menguras tenaga. dan Gunung Api Purba Nglanggeran ini kalian dapat melakukan berbagai aktivitas terutama aktivitas adventure seperti melakukan hiking, camping dan panjat tebing ataupun rock climbing.

Lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran

untuk lokasi dari Gunung Api Purba Nglanggeran jogja ini sendiri, memang lumayan jauh dari pusat Kota Yogyakarta, akan tetapi akses menuju Gunung Api Purba Nglanggeran sudah sangat baik dan dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan apapun.

dengan lokasi dari Gunung Api Purba Nglanggeran ini sendiri berlokasi di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jika kalian tertarik untuk mengunjungi tempat romantis di jogja, simak artikelnya di hallojogja.com

Rute Menuju Gunung Api Purba Nglanggeran

untuk Rute perjalanan menuju Gunung Api Purba Nglanggeran jika kalian dari arah Kota Yogyakarta anda harus menuju Jalan Jogja-Wonosari hingga sampai kearah Bukit Bintang atau Kecamatan Patuk Gunungkidul, dan jika sudah sampai di simpang empat Pusat Informasi Pariwisata kalian belok ke kiri terus ikuti jalan hingga sejauh kira-kira 7 KM, dan disemua jalan ini kalian tidak akan bosan sebab kalian akan melihat pemandangan alam yang indah dan terdapat pemandangan khas berupa beberapa menara transmisi yang tinggi menjulang yang berarti kalian sudah dekat dengan lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran.

dengan jaraknya dari Kota Jogja ke Gunung Api Purba Nglanggeran kurang lebih sekitar 26,8 KM dan waktu tempuh normal kendaraan bermotor  dari Kota Jogja menuju Gunung Api Purba Nglanggeran sekitar kurang lebih 58 menit atau 1 jam.

Harga Tiket dan Parkir Gunung Api Purba Nglanggeran

dengan harga dari tiket masuk Gunung Api Purba Nglanggeran dibedakan menjadi 2 jenis yaitu Rp 15.000 pada siang hari dan juga sekitar Rp 20.000 pada malam hari. dan untuk biaya parkir untuk sepeda motor Rp 3.000 dan untuk mobil Rp 5.000.

Puncak Timur Hanya Boleh Dihuni 7 Kepala Keluarga

Gunung Nglanggeran memiliki beberapa puncak yang dipisahkan menjadi dua bagian, yakni deretan puncak di sebelah barat serta puncak timur. Wisatawan yang mendaki Nglanggeran rata-rata memilih untuk camping di puncak bagian barat karena aksesnya lebih mudah. Sedangkan puncak timur termasuk jarang didatangi wisatawan. Padahal, jika ingin menyaksikan sunrise yang sempurna maka puncak timur adalah tempatnya.

Selain menjadi spot bagus menyaksikan sunrise, ternyata puncak timur juga memiliki legenda menarik. Di Puncak Timur terdapat Dusun Tlogo Mardidho yang merupakan tempat tinggal bagi 7 kepala keluarga. Hal tersebut sudah berlangsung sejak turun-temurun. Jika ada keturunan mereka yang menikah, maka keluarga baru tersebut harus meninggalkan Dusun Tlogo Mardhido.

Menurut sesepuh Puncak Timur yang sekaligus abdi dalem keraton, jika jumlah kepala keluarga di Puncak Timur kurang atau lebih dari 7 keluarga maka hal yang buruk bisa terjadi. Hal tersebut ditandai dengan keberadaan makan di Puncak Timur Gunung Nglanggeran.